Pemula Belajar Linux

ahmad@ahmad-desktop:~$
  • rss
  • Home
  • Admin
  • Tips
  • Contest
  • Distro
  • Link
  • Arsip

Nyaman dengan Open Source, Aman dengan Linux

ahmad alsinji | 18 September 2009
My Linux Desktop
My Linux Desktop (Opensuse 11+KDE 4)

Opensource. Sesuai dengan namanya yang berarti “Sumber yang terbuka” merupakan sebutan dari segala macam Software (Perangkat Lunak) yang sumber-nya bersifat terbuka untuk publik  dimana “kode sumber”(source code) dari Software  tersebut bebas didistribusikan kepada siapa saja secara cuma-cuma (tentunya memiliki syarat-syarat tertentu juga) untuk digunakan, dikembangkan, digandakan dan disebarluaskan tanpa harus  meminta izin atau membayar lisensi kepada pembuat aslinya. Ini adalah defenisi sederhananya, sedangkan defenisi secara lingkap bisa anda baca di situs OSD (Open Source Definition).

Dibandingkan dengan beberapa macam lisensi Software seperti Freeware, Shareware, atau Adware maka lisensi Open Source-lah yang terbaik. Mungkin Freeware bisa bebas dan gratis untuk kita gunakan, tapi ia tidak memperbolehkan kita melihat source code-nya. Lain lagi dengan Shareware, ia hanya merupakan Versi Trial dari software berbayar yang bisa kita pakai dalam jangka waktu tertentu,  dan jika kita tertarik  memakainya dalam jangka waktu yang lama, maka diharuskan membeli. Adapun yang gratis dan tidak dibatasi jangka waktu tertentu seperti Adware memiliki kekurangan dari segi program yang menampilkan banyak iklan. Disinilah keunggulan Open Source yang akan membuat kita nyaman untuk menggunakan, memodifikasi dan menyebarluaskan Software tersebut secara bebas.

Namun satu hal yang perlu diingat adalah bebas disini bukan berarti semua Software tersebut gratis karena ada kalanya kita harus membayar untuk menggunakannya. Yang dimaksud bebas disini adalah kita bebas  untuk menyalin kodenya, menggunakan, mendistribusikan baik itu setelah dimodifikasi atau tidak. Namun masalah gratis atau tidak itu tergantung dari pembuat dan pengembang Software tersebut. Jika  pembuat atau Programmer yang membuat software tersebut ingin meminta fee atas  hasil karya dan hak ciptanya, maka itu adalah haknya dengan persyaratan bahwa semua orang bisa melakukan akses terhadap kodenya (kodenya harus bisa dilihat oleh programmer lain) dan tetap menuliskan hak cipta dari Free Software yang sebelumnya ia modifikasi.

Jika demikian, bagaimana Opensource itu dan bagaimana kita menggunakannya ? Jawabannya ada pada Sistem Operasi Linux. Linux dibuat oleh Linus Torvalds , seorang programer yang berasal dari Finlandia. Ia membuat kernel Linux  ketika masih berstatus Mahasiswa kemudian menyebarkan Source Code-nya ke seluruh dunia melalui internet. Dari situlah sekarang muncul Distro atau Distribusi Linux  Raksasa seperti Redhat, Slackware, Debian dan Gentoo yang kemudian melahirkan Distro-Distro Linux lainnya seperti Ubuntu, Opensuse, Fedora, Mandriva, PCLinux, Linux Mint, Sabily, FreeBSD dan masih banyak lagi.

Linux adalah Sistem Operasi yang aman, powerfull, tangguh, dan bisa digunakan untuk segala jenis keperluan baik dilingkungan pribadi, perkantoran maupun badan pemerintah. Bahkan disebutkan di wikipedia.org bahwa kini  Linux menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.

Sebagian orang sudah banyak yang mengenal Linux. Walaupun sebagian lainnya belum mengenal apa itu Linux ? bahkan mungkin ada yang belum pernah mendengar namanya. Dan pada umumnya komentar  seseorang ketika disuguhi pertanyaan “Mau pake Linux ?” maka jawabnya  ” Linux itu apa ? Sepertinya susah, windows saja deh !”. Begitulah, yang belum kenal masih acuh dan yang sudah kenal  masih belum bersemangat untuk menggunakannya.  Padahal jika mereka tahu betapa enaknya memakai Linux, pasti mereka akan “demam” Linux seperti ketika Linus Torvalds demam  dipatok pinguin sehingga menginspirasinya untuk menjadikan pinguin sebagai logo Linux.

Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang Linux, akan diuraikan disini,

Keamanan

Di Operating Sistem manapun pasti bisa terkena Virus, tak terkecuali di Linux. Yah, Virus ada di Linux, namun virus di Linux tidak bisa berkutik karena ia sulit menyebar. Sistem user dan sistem berkas Linux telah dirancang sedemikian rupa sehingga sulit dirusak Virus.  Kalaupun ditemukan ada celah kemanan atau ada bug yang membahayakan pada Linux, maka vendor distribusi akan segera memperbaikinya dan menutup celah-celah kemanan tersebut. Tidak heran jika Linux jarang sekali terkena Virus seperti layaknya Windows.  Kalaupun Linux terkena Virus,  biasanya terjadi pada sisi Server Linux dan seorang Administrator Linux yang handal pasti tahu cara mengatasinya. Jadi Virus pada Linux tidak perlu dirisaukan tapi tetap harus diwaspadai.

Stabil

Linux adalah Sistem Operasi yang stabil. Hal ini bisa dilihat dari server-sever yang memakai Linux jarang sekali mengalami Hang atau Crash walaupun dihidupkan 24 jam selama berbulan-bulan bahkan tahunan. Hal ini karena Linux bisa di costumize dalam artian paket-paket yang dinstall bisa dipilih berdasarkan kebutuhan. Disisi lain Linux  memiliki sistem Multi User untuk melakukan monitoring atau menjalankan aplikasi,  menyediakan tombol kombinasi untuk rescue system, memiliki file System tersendiri sehingga tidak perlu melakukan proses defrag, aman dari Virus dan beberapa kelebihan lainnya.

Instalasi

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Linux bisa untuk keperluan apa saja , apakah untuk Komputer Dekstop atau untuk Server (Web Server, Proxy Server, Mail Server, dll). Selain itu Linux juga bisa di install dimana saja baik di komputer “jadul” dengan spesifikasi hardware yang minim atau di komputer Pentium 4 keatas bahkan  bisa cukup dijalankan menggunakan Cd live atau Live USB. Proses instalasi yang dulunya dianggap sulit, kini semakin mudah (apalagi sudah ada dukungan bahasa Indonesia). Dengan berbagai varian (distro) Linux, kita bisa memilih beberapa disto yang cocok untuk kita  install. Misalnya saja untuk keperluan komputer Dekstop, maka Ubuntu, Linux Mint, Opensuse, atau Fedora merupakan Distro linux yang ramah dan mudah digunakan. Sedangkan untuk keperluan server bisa menggunakan Red Hat, Opensuse, Slackware dan lain-lain. Secara umum semua Distro Linux bisa dijadikan Sever.

Dekstop

Apa yang paling menarik dari sebuah OS,  salah satunya adalah tampilan Dekstop. Linux memiliki Tampilan Dekstop yang tak kalah menarik dari Windows, apalagi jika sudah menggunakan efek tiga dimensi seperti Compiz Fusion, pasti lebih menarik. Untuk pengaturan dekstop di Linux dikenal  sebuah istilah Desktop Environment (Lingkungan Dekstop). Tampilan Dekstop yang paling populer dan banyak digunakan oleh sebagian besar distro Linux adalah KDE dan GNOME. Disamping itu masih banyak jenis Desktop Environment yang lain seperti Xfce, EDE, XFast dan lain-lain (Lihat di http://linuxreviews.org/).  Dan biasanya ketika kita telah menginstall Linux, didalamnya sudah ada beberapa jenis Lingkungan Desktop yang bisa kita pilih untuk digunakan sesuai keperluan. Disisi lain, Linux juga unik karena memiliki 2 jenis Interface yakni CLI/Command Line Interface (Versi Text Mode) dan GUI/Graphical User Interface (versi Grafis), menyenangkan bukan ?

Aplikasi

Linux memiliki dukungan Aplikasi standar yang bisa dijalankan setelah dilakukan penginstalan. Dengan demikian, pengguna tidak lagi repot menginstall aplikasi-aplikasi standar seperti office, mp3 player, video player, browser dan semacamnya karena semua sudah tersedia. Aplikasi-aplikasi tersebut berbasis Opensource yang dibuat baik oleh perorangan ataupun oleh para Vendor. Untuk pemakai Windows, tidak perlu takut untuk pindah ke Linux, karena Linux memiliki aplikasi yang sepadan dengan Windows (lihat tulisan Pak Romi Satrio di http://romisatriawahono.net)

Komunitas

Ajaib, Linux mengumpulkan banyak orang untuk membentuk komunitas-komunitas untuk belajar, berbagi dan mengembangkan dirinya.  Komunitas ini terbagi-bagi baik yang yang sifatnya regional, developer, distro, dan lain-lain. Di negeri kita saja ada banyak komunitas Linux seperti Kelompok Pengguna Linux Indonesia (www.linux.or.id), Komunitas Ubuntu Indonesia (www.ubuntu-id.org), Komunitas Slackware Indonesia (http://slackware.linux.or.id), Makassar Slackware (www.makassar-slackers.org),  LUGU (http://makassar.linux.or.id), KPLI Jakarta (http://jakarta.linux.or.id) dan masih banyak lagi yang bisa kita lihat di situs IGOS-Center. Dari komunitas-komunitas itulah lahir beberapa Distro Linux Lokal seperti IGOS-Nusantara, Blankon, Zencafe, X-code dan beberapa Distro lainnya. Maka dari itu jangan pernah takut dan merasa “kesepian” menggunakan Linux.

Free (Bebas)

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa Linux itu bebas atau Gratis (kecuali versi Linux Enterprise). Hal ini disebabkan karena lisensi linux itu gratis, yakni GNU General Public License. Kita bisa dengan bebas menggunakan, memodifikasi, menyebarkannya dan kesemuanya itu adalah halal dan tidak termasuk melanggar hukum karena kita tidak membajak. Untuk mendapatkan Linux tidak terlalu susah, kita bisa mendownload  installer-nya dari situs masing-masing bahkan Canonical Ltd. pemilik merek dagang Ubuntu membagi-bagikan CD Gratis yang bisa kita request di http://shipit.ubuntu.com (untuk Ubuntu) dan https://shipit.kubuntu.org/ (untuk Kubuntu). Beralih ke Linux berarti turut mengurangi pembajakan OS Legal di negeri ini. Menggunakan Linux memberi kenyamanan dan keamanan karena tidak ada ketakutan akan dirazia atau didenda seperti halnya jika kita memakai OS yang bajakan. Dan orang yang menggunakan Linux akan senantiasa belajar dan mencari tahu “isi-dalamnya” sehingga bisa dikatakan bahwa menggunakan Linux berarti turut meningkatan mutu pendidikan negeri ini dan menghemat anggaran untuk membeli OS berlisensi.

ILC

Masa Depan Linux di Indonesia begitu cerah, walaupun demikian tetap harus di upayakan langkah-langkah konkrit untuk memajukan Linux di Indonesia. Atas dasar itulah maka setiap tahunnya Komunitas Pengguna Linux Indonesia mengadakan Indonesia Linux Conference sebagai wadah untuk berkumpul, berdiskusi, dan bertukar pikiran mengenai pengembangan Linux di Indonesia. Sepertinya yang dilansir dari situs ILC2009, ILC pertama kali diadakan pada tahun 2006 yang bertempat di kota Surabaya, kemudian dilanjutkan pada tahun 2007 yang bertempat di kota Yogyakarta, di tahun 2008 bertempat di Bali dan Insyaallah Tahun 2009 ini akan diadakan di Makassar. Semoga ILC tahun ini berjalan dengan lancar dan makin memberi semangat kepada kita untuk belajar, mengembangkan dan menyebarkan Linux sebagai wujud dukungan terhadap program  Indonesia, Go Open Source.

Tulisan Lainnya…

Sedang di load…

Categories
Contest, Internet, Linux, OpenSource
Tags
distro, Internet, Linux, OpenSource
Comments rss
Comments rss
Trackback
Trackback

« Plurk di Wordpress Ketika Ramadhan Telah Pergi »

3 Responses to “Nyaman dengan Open Source, Aman dengan Linux”

  1. Panitia Lomba says:
    18 September 2009 pukul 16:59

    Terima Kasih sudah daftar dan mengikuti Lomba ILC 2009, di tunggu naskahnya………

    Firefox 3.0.13Windows XP
    Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9.0.13) Gecko/2009073022 Firefox/3.0.13 (.NET CLR 3.5.30729)
  2. Alsinji says:
    27 September 2009 pukul 11:01

    Sama-sama, terima kasih banyak atas kunjungannya…….
    insyaallah tulisan ini yang akan saya jadikan naskah untuk mengikuti Lomba menulis Blog ILC 2009, dan pada tanggal 18 kemarin sudah dikirim naskahnya melalui email…

    Firefox 3.0.10GNU/Linux
    Mozilla/5.0 (X11; U; Linux i686; en-US; rv:1.9.0.10) Gecko/2009042523 Linux Mint/7 (Gloria) Firefox/3.0.10 Glubble/2.0.4.7
  3. ihsan laidi says:
    4 Oktober 2009 pukul 05:41

    sip… blognya bermanfaat

    Firefox 3.0Windows XP
    Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9) Gecko/2008052906 Firefox/3.0

Masukan Komentar

Click here to cancel reply.

CommentLuv Enabledshow more

Note: This post is over 4 months old. You may want to check later in this blog to see if there is new information relevant to your comment.

Menu Navigasi

Tentang AdminArsip Tulisan Kirim Email
Email : achvan[at]gmail.com

Untuk Langganan Artikel, Masukan Email anda pada Form Berikut:

Layanan ini disediakan oleh FeedBurner

Gunakan Firefox untuk tampilan yang lebih baik
Spread Firefox Affiliate Button

Kategori Tulisan

Shoutbox

Teman Nge-Blog

  • Adhit.web.id
  • Akhdian.net
  • Omagus.com
  • Putraeka.org

Komentar Terakhir

  • ahmad alsinji on Codec Multimedia Opensuse 11.2
  • ahmad alsinji on Pindah Rumah Ke www.ahmad.web.id
  • ahmad alsinji on Memulai Belajar Linux
  • indri on Memulai Belajar Linux
  • Alwi on Pindah Rumah Ke www.ahmad.web.id
  • moch. iqbal chahyadi on Codec Multimedia Opensuse 11.2
  • jimi on Ubuntu Live USB
  • ahmad alsinji on Distro
  • ahmad alsinji on Codec Multimedia Opensuse 11.2
  • dwi on Codec Multimedia Opensuse 11.2

Banner Komunitas



Share Banner

Share Banner !
Pemula Belajar Linux

Tag Cloud

Award Blog Bridge co.cc Contest distro DNS Download Firefox free GNOME Grub iklan Info install-live Internet Islam Jaringan KDE kerja-keras-adalah-energi-kita Lan Linux Multimedia nasehat Nawala Newbie OpenOffice OpenSource openSUSE Partisi Perintah-Dasar Plugin Plurk Ramadhan Review server Share Slackware squid Theme tips Tutorial Ubuntu Wireless Wordpress

WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.

Internet Tools

Programming Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Admin And User

  • Daftar
  • Masuk log
  • RSS Entri
  • RSS Komentar
  • WordPress.org
openSUSE.org Ubuntu design by jide powered by Wordpress Spread Firefox Affiliate Button Display PagerankTopOfBlogs